Untuk menjamin kesiapan pelaksanaan Kurikulum 2013 (K13) pada jenjang
pendidikan tingkat SMP di Kabupaten Tebo, Dinas Pendidikan Kebudayaan
Pemuda Dan Olah Raga (Dikbudpora) Tebo mengadakan penguatan pendampingan
terhadap peserta. Pasalnya, pada 2019 nanti seluruh sekolah akan
diwajibkan melaksanakan K13 yang sekarang sedang digodok menjadi
kurikulum nasional. Hal itu dikatakan A. Abrar Kasi Kurikulum
Dikbudpora Tebo.
 |
| Peserta Pendampingan K13 di SMP 12 Tebo |
Dijelaskannya, penguatan pendampingan yang dilakukan fengan dua
pola, yaitu in hosuse dan on house training. "In house yakni memberikan
penguatan dan pendampingan terhadap peserta. Sedangkan On house training
yakni mempraktekan materi yang didapat pada in house training,"terang
Abrar.
 |
| Triyatna, S.Pd., M.Si, Sekretaris Dinas menyajikan materi di SMP 3 Tebo |
Lebih jauh dijelaskan Abrar, tujuan dari kegiatan tersebut adalah
untuk menyatukan pemahaman antara pengawas, kepala sekolah, guru dan
tenaga kependidikan. Selain itu, kata dia, untuk memberikan penguatan
dalam persiapan pembelajaran, pelaksanaan, modelling dan penilaian.
Dijelaskannya juga, ada tiga lokasi pelaksana kegiatan diantaranya,
induk cluster yang ditempatkan di SMPN 3 Tebo dengan sekolah imbas SMPN
18 Tebo dan SMPN 30 Tebo. Selanjutnya, Induk cluster SMPN 12 Teno dengan
sekolah imbas SMPN 22 dan SMPN 37. Kemudian, induk cluster SMPN 1 Tebo
dengan sekolah imbas SMPN 36 dan SMPN 24.
"Untuk Induk cluster SMPN 3 Tebo sudah dilaksanakan pada Sabtu
(16/1) kemarin. Untuk Induk cluster SMPN 12 Tebo dilaksanakan pada Sabtu
(23/1). Sedangkan induk cluster SMPN 1 Tebo Akan dilaksanakan pada
Sabtu (30/1) nanti," bebernya.
 |
| Peserta Pendampingan K13 di SMP 1 Tebo |
"Instruktur pendamping terdiri dari guru-guru terbaik di Kabupaten
Tebo dari 9 mata pelajaran dan 2 orang dari pengawas. Saya sebagai kasi
kurikulum sebagai penanggungjawab kegiatan," katanya.
Sementara, Zulkifli Kepala Dinas Dikbudpora Tebo mengatakan, dirinya
sangat mensupport kegiatan persiapan pelaksanaan K13. Bahkan pada tahun
2015 kemarin, dirinya telah meganggarkan persiapan pelaksanaan K13
untuk buku dan pelatihan guru sebesar Rp 3,9 milyar.
"Saya sangat antusias dengan K13 yang kedepan akan menjadi kurikulum
nasional, karna konsep dasarnya adalah menciptakan individu yang
mandiri. Oleh karenanya kepada guru-guru agar bisa memahami dan
mengimplementasikan konsep dasar ini degan mengajarkan keterampilan
menganalisa, memecahkan masalah dan melaksanakannya dalam suatu
pekerjaan," kata Kadis.
Untuk itu, Kadis berharap pada seluruh peserta agar mengikuti
kegiatan persiapan K13 dengan sebaik-baiknya. "Nantinya, bagi guru
terbaik akan kita kirim untuk kegiatan sejenis di tingkat yang lebih
tinggi, bahkan ke jenjang nasional," tuntasnya.
Sumber :
http://buteekspres.com/