Blogroll

SEKOLAH PELAKSANA K13 SD KABUPATEN TEBO

TAHUN PELAJARAN 2016/2017 AKAN MENJADI PELAKSANA K13



Sahabat Kepala Sekolah SD, Tahun Pelajaran 2016/2017 sudah di ambang mata. Sebelum menyusun Kurikulum di sekolah sahabat, berikut kami sampaikan daftar sekolah yang akan ditetapkan menjadi pelaksana K13 jenjang SD Kabupaten Tebo oleh Dirjen DIKDASMEN Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Sebagai informasi, Dirjen DIKDASMEN menetapkan kuota sekolah pelaksana K13 Jenjang SD untuk seluruh kabupaten/kota sebanyak 25% setiap kabupaten/kota. Salah satu syarat utamanya adalah sekolah yang terakreditasi A. Berdasarkan hal tersebut, pengusulan sekolah pelaksana K13 di Kabupaten Tebo dilakukan dengan mengutamakan Akreditasi dan jumlah siswa. Disamping data tersebut, Sekolah Inti juga langsung ditetapkan sebagai pelaksana K13.

Daftar Sekolah Calon Pelaksana SD K13 Tahun 2016/2017 dapat di unduh di sini.

Daftar Hasil Validasi Sekolah Inti untuk diusulkan dapat di unduh di sini.

Buku K13 Revisi Terbaru, Sesuai Kompetensi Dasar

Revisi K13 dan konsekuensi perubahan Kurikulum 2013 (kurtilas) dilakukan berdasarkan masukan dari publik, para ahli dan pegiat pendidikan sehingga ada perbaikan format dan isinya pada KI dan KD.

Kepala Bidang Perbukuan Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Puskurbuk Kemendikbud), Supriyatno, mengatakan "Saat ini kami sedang melakukan setting/layout buku pelajaran kurikulum 2013 (K13) edisi revisi, diharapkan pada tahun ajaran baru bulan Juli nanti dapat dipakai buku edisi revisi ini, yang akan dipakai bulan Juli itu adalah kelas 1, 4 ,7 dan 10, diharapkan buku akan selesai pada pertengahan bulan Maret 2016 karena akan dijadikan sebagai bahan pelatihan, salah satunya adalah buku ini" katanya

Dijelaskannya, secara konten tidak ada yang salah dalam buku K13. Kesalahan terdapat pada urutan, terutama buku tematik yang merupakan integrasi dari berbagai mata pelajaran.

Jadi yang berubah adalah urutannya, lanjtnya, sehingga otomatis akan berubah semuanya. Misalnya untuk pelajaran di kelas 8 sebelumnya teori pitagoras diajarkan pada semester 1, di buku edisi revisi ini diajarkan di semester 2, urutan penyajian disesuaikan dengan kompetensi dasarnya.

Buku pelajaran K13 disesuaikan dengan kompetensi dasar yang dituntut sehingga harus direvisi. Dari perubahan itu, buku yang sudah beredar di masyarakat secara konten masih tetap dapat dipakai, sehingga yang berubah dari buku K13 itu adalah penyajiannya saja. “Buku pelajaran untuk kelas 1 sampai kelas 12 berjumlah 300 judul, sedangkan kelas 1, 4, 7 dan 10 berjumlah 100 judul termasuk buku agama, untuk buku pelajaran semester 2 akan disiapkan Januari mendatang,” pungkasnya.

Dikbudpora Dampingi Pelaksanaan K13 SMP





Untuk menjamin kesiapan pelaksanaan Kurikulum 2013 (K13) pada jenjang pendidikan tingkat SMP di Kabupaten Tebo, Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda Dan Olah Raga (Dikbudpora) Tebo mengadakan penguatan pendampingan terhadap peserta. Pasalnya, pada 2019 nanti seluruh sekolah akan diwajibkan melaksanakan K13 yang sekarang sedang digodok menjadi kurikulum nasional. Hal itu dikatakan A. Abrar Kasi Kurikulum Dikbudpora Tebo.

Peserta Pendampingan K13 di SMP 12 Tebo
  Dijelaskannya, penguatan pendampingan yang dilakukan fengan dua pola, yaitu in hosuse dan on house training. "In house yakni memberikan penguatan dan pendampingan terhadap peserta. Sedangkan On house training yakni mempraktekan materi yang didapat pada in house training,"terang Abrar.

Triyatna, S.Pd., M.Si, Sekretaris Dinas menyajikan materi di SMP 3 Tebo
  Lebih jauh dijelaskan Abrar, tujuan dari kegiatan tersebut adalah untuk menyatukan pemahaman antara pengawas, kepala sekolah, guru dan tenaga kependidikan. Selain itu, kata dia, untuk memberikan penguatan dalam persiapan pembelajaran, pelaksanaan, modelling dan penilaian.
 Dijelaskannya juga, ada tiga lokasi pelaksana kegiatan diantaranya, induk cluster yang ditempatkan di SMPN 3 Tebo dengan sekolah imbas SMPN 18 Tebo dan SMPN 30 Tebo. Selanjutnya, Induk cluster SMPN 12 Teno dengan sekolah imbas SMPN 22 dan SMPN 37. Kemudian, induk cluster SMPN 1 Tebo dengan sekolah imbas SMPN 36 dan SMPN 24.
 "Untuk Induk cluster  SMPN 3 Tebo sudah dilaksanakan pada Sabtu (16/1) kemarin. Untuk Induk cluster SMPN 12 Tebo dilaksanakan pada Sabtu (23/1). Sedangkan induk cluster SMPN 1 Tebo Akan dilaksanakan pada Sabtu (30/1) nanti," bebernya.

Peserta Pendampingan K13 di SMP 1 Tebo
  "Instruktur pendamping terdiri dari guru-guru terbaik di Kabupaten Tebo dari 9 mata pelajaran dan 2 orang dari pengawas. Saya sebagai kasi kurikulum sebagai penanggungjawab kegiatan," katanya.
 Sementara, Zulkifli Kepala Dinas Dikbudpora Tebo mengatakan, dirinya sangat mensupport kegiatan persiapan pelaksanaan K13. Bahkan pada tahun 2015 kemarin, dirinya telah meganggarkan persiapan pelaksanaan K13 untuk buku dan pelatihan guru sebesar Rp 3,9 milyar.
 "Saya sangat antusias dengan K13 yang kedepan akan menjadi kurikulum nasional, karna konsep dasarnya adalah menciptakan individu yang mandiri. Oleh karenanya kepada guru-guru agar bisa memahami dan mengimplementasikan konsep dasar ini degan mengajarkan keterampilan menganalisa, memecahkan masalah dan melaksanakannya dalam suatu pekerjaan," kata Kadis.
 Untuk itu, Kadis berharap pada seluruh peserta agar mengikuti kegiatan persiapan K13 dengan sebaik-baiknya. "Nantinya, bagi guru terbaik akan kita kirim untuk kegiatan sejenis di tingkat yang lebih tinggi, bahkan ke jenjang nasional," tuntasnya.

Sumber : http://buteekspres.com/

Draft Struktur Kurikulum SD dan SMP Tahun 2013


1.      Struktur Kurikulum SD
Beban belajar dinyatakan dalam jam belajar setiap minggu untuk masa belajar selama satu semester. Beban belajar di SD Tahun I, II, dan III masing-masing 30, 32, 34 sedangkan untuk Tahun IV, V, dan VI masing-masing 36 jam setiap minggu. Jam belajar SD adalah 40 menit.
Struktur Kurikulum SD adalah sebagai berikut:
MATA  PELAJARAN
ALOKASI WAKTU BELAJAR PER MINGGU
I
II
III
IV
V
VI
Kelompok A






1.
Pendidikan Agama
4
4
4
4
4
4
2.
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
5
6
6
6
6
6
3.
Bahasa Indonesia
8
8
10
10
10
10
4.
Matematika
5
6
6
6
6
6
Kelompok B






1.
Seni Budaya dan Keterampilan
(termasuk muatan lokal)
4
4
4
6
6
6
2.
Pendidikan Jasmani, Olah Raga dan Kesehatan
(termasuk muatan lokal)
4
4
4
4
4
4
Jumlah Alokasi Waktu Per Minggu
30
32
34
36
36
36
= Pembelajaran  Tematik Terintegrasi
 

Kelompok A adalah mata pelajaran yang memberikan orientasi kompetensi lebih kepada aspek intelektual dan afektif sedangkan kelompok B adalah mata pelajaran yang lebih menekankan pada aspek afektif dan psikomotor.
Integrasi konten IPA dan IPS adalah berdasarkan makna mata pelajaran sebagai organisasi konten dan bukan sebagai sumber dari konten. Konten IPA dan IPS diintegrasikan ke dalam mata pelajaran PPKn, Bahasa Indonesia dan Matematika yang harus ada berdasarkan ketentuan perundang-undangan.
Pembelajaran tematik merupakan pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan berbagai kompetensi dari berbagai mata pelajaran. Pengintegrasian tersebut dilakukan dalam 2 (dua) hal, yaitu integrasi sikap, kemampuan/keterampilan dan pengetahuan dalam proses pembelajaran serta pengintegrasian berbagai konsep dasar yang berkaitan.
Tema memberikan makna kepada konsep dasar tersebut sehingga peserta didik tidak mempelajari konsep dasar tanpa terkait dengan kehidupan nyata. Dengan demikian, pembelajaran memberikan makna nyata kepada peserta didik.
Tema yang dipilih berkenaan dengan alam dan kehidupan manusia. Keduanya adalah pemberi makna yang substansial terhadap bahasa, PPKn, matematika dan seni budaya karena keduanya adalah lingkungan nyata dimana peserta didik dan masyarakat hidup. Disinilah kemampuan dasar/KD dari IPA dan IPS yang diorganisasikan ke mata pelajaran lain yang memiliki peran penting sebagai pengikat dan pengembang KD mata pelajaran lainnya.
Berdasarkan sudut pandang psikologis, tingkat perkembangan peserta didik tidak cukup abstrak untuk memahami konten mata pelajaran secara terpisah-pisah. Pandangan psikologi perkembangan dan Gestalt memberi dasar yang kuat untuk integrasi KD yang diorganisasikan dalam pembelajaran tematik. Dari sudut pandang transdisciplinarity maka pengotakan konten kurikulum secara terpisah ketat tidak memberikan keuntungan bagi kemampuan berpikir selanjutnya.
   
2.      Struktur Kurikulum SMP
Beban belajar di SMP untuk Tahun VII, VIII, dan IX masing-masing 38 jam per minggu. Jam belajar SMP adalah 40 menit.
Struktur Kurikulum SMP adalah sebagai berikut:

MATA PELAJARAN
ALOKASI WAKTU BELAJAR PER MINGGU

VII
VIII
IX

Kelompok A




1.
Pendidikan Agama
3
3
3

2.
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
3
3
3

3.
Bahasa Indonesia
6
6
6

4.
Matematika
5
5
5

5.
Ilmu Pengetahuan Alam
5
5
5

6.
Ilmu Pengetahuan Sosial
4
4
4

7.
Bahasa Inggris
4
4
4

Kelompok B




1.
Seni Budaya (termasuk muatan lokal)
3
3
3

2.
Pendidikan Jasmani, Olah Raga, dan Kesehatan
(termasuk muatan lokal)
3
3
3

3.
Prakarya
(termasuk muatan lokal)
2
2
2

Jumlah Alokasi Waktu Per Minggu
38
38
38

Kelompok A adalah mata pelajaran yang memberikan orientasi kompetensi lebih kepada aspek intelektual dan afektif sedangkan kelompok B adalah mata pelajaran yang lebih menekankan pada aspek afektif dan psikomotor.

Bagi Kepala Sekolah dan Guru SD/MI dan SMP/MTs yang ingin memahami lebih mendalam  dapat mengunduh di sini.
Draf Kurikulum 2013

Popular Posts

Pendidikan Sepanjang Hayat

Eksistensi manusia memerlukan sebuah proses untuk mencapai tujuannya dengan sebuah media yang disebut pendidikan. Manusia dianjurkan menuntut ilmu yang berguna sepanjang hayatnya, karena derajat orang berilmu sedikit lebih tinggi dari pada orang-orang beriman. Akan lebih baik jika keduanya ada digenggamanmu. Muara Tebo, 19 Maret 2016