Blogroll

KEMENDIKBUD RANCANG SISTEM PENGELOLAAN KARIR GURU


Pengembangan karir guru selama ini menjadi salah satu masalah pengelolaan guru, baik di pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Untuk itu, perlu kebijakan khusus terkait pengelolaan karir guru.
"Ke depan pengelolaan harus dipisahkan, antara karir guru yang menagajar dan karir manajemen," kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan dalam diskusi di Balai Kartini, Jakarta, Selasa (22/12/2015).
Anies mengungkapkan contoh kasus di Kota Pontianak, di mana ada seorang guru berprestasi menjadi kepala sekolah. Menurut Anies, kebijakan tersebut kurang tepat dan dinilai akan memberatkan beban kerja guru, karena mencampurkan mengajar dengan manajemen sekolah.

"Justru guru yang baik tidak boleh meninggalkan kelas. Nanti bagaimana nasib anak muridnya. Atau bisa juga menambah beban kerja guru yang membuat guru tidak fokus mengajar," kata mantan Rektor Universitas Paramadina itu kepada Walikota Pontianak.
Anies juga mengaku setuju dengan usul Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, bahwa guru yang tidak dapat mengajar dengan baik itu dikeluarkan dari status guru dan dijadikan PNS biasa.
"Mungkin dia lebih baik jika mengurus manajemen dibandingkan mengajar," ujarnya.
Hal ini juga sejalan dengan arah kebijakan dan program Pemerintah Kabupaten Tebo di bidang pendidikan. Kepala Dinas Dikbudpora Kabupaten Tebo, Zulkipli, S.Pd., M.Si, pada Pembukaan Pendampingan Kurikulum 2013 di SMP 1 Kabupaten Tebo (30/1/2016) menyatakan bahwa satu program dasar pendidikan di Kabupaten Tebo adalah memberikan jaminan karir guru, kepala sekolah dan pengawas. 
Selama beliau 3 tahun terakhir Dinas Dikbudpora Kabupaten Tebo selalu menganggarkan Seleksi Calon Kepala Sekolah SD, SMP, SMA dan SMK dengan bekerja sama dengan Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LP2KS) Solo. Menganggarkan pelatihan peningkatan kompetensi tenaga pendidik dan pada tahun ini kita mengadakan seleksi pengawas sekolah.

TEMUKAN "BAHASA ALAI" DALAM TUGAS, KUATKAN EYD DALAM KBM

Pentingnya Guru Tanamkan EYD sejak dini dalam KBM

 
Makalah atau yang paper merupakan karya akademis yang umumnya membahas suatu pokok permasalahan tertentu. Membuat sebuah makalah merupakan sebuah tugas rutin terutama bagi mahasiswa di perguruan tinggi. 
Karena merupakan sebuah karya ilmiah, tentu saja penulisannya harus memperhatikan EYD (Ejaan Yang Disempurnakan).
Namun kasus yang dialami oleh Makbul Mubarak, salah seorang dosen kampus di Tangerang, Banten ini tampaknya bakal mengundang gelak tawa. Pasalnya makalah atau paper yang ia terima dari mahasiswa didikannya benar-benar ngawur.
 
Bagaimana tidak, paper yang Mubarak terima menggunakan bahasa yang kekinian dan tidak sesuai EYD, seperti kata “Temen-temen, Hahaha, Ehem”. 
Andi Ashar, yang mengunggah foto kiriman Makbul di jejaring Facebooknya juga ikut geleng-geleng kepala melihat fenomena tersebut. 
“Gimana seandainya jika tiap pagi ngabisin waktu 2 jam cuma buat ngoreksi skripsi mahasiswa yang tulisannya begini?,” tulis Andi sembari mengunggah foto tersebut.
 
 

Ditemukan pula jawaban lucu anak sekolah pada lembar ujian, yang mungkin bisa sedikit meredakan urat syaraf dan menjadikan beban moral bagi kita dalam menjalankan tugas sebagai pendidik.


Link download :
Permendikbud No. 50 Tahun 2015 tentang Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia

Popular Posts

Pendidikan Sepanjang Hayat

Eksistensi manusia memerlukan sebuah proses untuk mencapai tujuannya dengan sebuah media yang disebut pendidikan. Manusia dianjurkan menuntut ilmu yang berguna sepanjang hayatnya, karena derajat orang berilmu sedikit lebih tinggi dari pada orang-orang beriman. Akan lebih baik jika keduanya ada digenggamanmu. Muara Tebo, 19 Maret 2016