Blogroll

TEH TELUR DAN INSTRUKSI

Selamat Pagi Sahabat Kepala Sekolah..
Mengawali pagi di depan laptop, akan sangat indah bila ditemani segelas teh telor atau kopi. Diruang kerja yang nyaman dengan tata cahaya yang baik dapat meminimalisir bahaya kerja (bahasa kerennya keselamatan kerja) atau gangguan terhadap mata kita. Dan tentunya ini bukan topik utama bahasan kita sahabat.
Seperti biasa, setiap pagi saya selalu memesan segelas teh telor di kantin via telepon. Tanpa menunggu waktu lama, pesanan akan datang tentu saja sesuai dengan instruksi yang saya berikan. Hal ini dikarenakan instruksi yang diberikan sesuai dengan kaidah-kaidah instruksi, yakni harus benar, jelas, dimengerti dan bisa dilakukan oleh penerima instruksi.
Apabila perintah kaidah-kaidah tersebut tidak kita ikuti, alamat apa yang kita inginkan bisa berbeda dengan kenyataan. Jadi, jangan heran bila orang penerima instruksi enggan melaksanakan perintah kita, bisa saja itu pertanda instruksi kita tidak efektif. Cobalah untuk koreksi diri.
Bicara tentang efektivitas, tentu sangat erat kaitannya dengan dampak apa saja yang ditimbulkan akibat kesalahan pemberi instruksi. Bayangkan saja, bila kita hanya memesan teh telur kepada orang yang tidak memahami dengan jelas perintah kita. Kenyataannya yang kita terima bisa saja berupa : "Air teh yang diberikan telur rebus, telur mentah, atau telur mata sapi."
Teori Efektivitas dan efisiensi manapun pada kasus di atas, akan bergesekan dengan waktu, tenaga dan biaya yang telah dikeluarkan. Bila ditinjau dari sisi psikologi, dampak yang terjadi bisa lebih berat lagi, yakni pemberontakan seperti "Pengabaian terhadap pemberi instruksi dan/atau instruksi-instruksi lainnya tidak mau lagi dilakukan oleh penerima instruksi." Ini disebabkan seolah-olah penerima instruksi adalah orang bodoh atau orang yang tidak punya kemampuan.
Oleh karenanya, agar sebuah instruksi dapat diterima dengan baik, efektif dan efisien, ada baiknya pemberi instruksi memperhatikan : "Pengetahuan, kemampuan dan pengalaman" si penerima instruksi. Di samping memberikan kalimat instruksi yang "Singkat/Mudah, Jelas, Tegas, disertai konsep yang matang dan ada batas waktunya."
Pengetahuan, kemampuan dan pengalaman penerima instruksi sangat berpengaruh dalam menciptakan teh telur yang memiliki cita rasa tinggi. Yakni bagaimana penerima instruksi baik secara personal, maupun berkelompok, mampu meramu, meracik, dan menyajikan Teh Telur yang bisa dinikmati dan menjadi ikon kebanggaan setiap orang yang pernah menikmatinya dan membuat pemberi instruksi akan selalu memiliki ketergantungan untuk menikmati teh telur penerima instruksi setiap paginya.
Ah... Apapun itu, instruksi, pesanan, perintah, titah, sabda dan firman sekalipun tetap saja teh telur sudah di depan mata.
Tambuah Teh Talua ciek lai, Da....

BAHAYA MENUNDA PEKERJAAN

Setiap orang menginginkan hidup tidak ada masalah, namun bila terpaksa ada masalah bukan masalah yang berat dan berarti, tetapi masalah yang biasa-biasa saja yang dapat diselesaikan dengan mudah dan sederhana. Walaupun pada dasarnya bahwa hidup pasti ada masalah, mengapa terjadi masalah. Hal ini karena kesenjangan antara harapan dan kenyataan, orang mempunyai cita-cita, namun dalam mewujudkan cita-cita tidak selamanya berjalan dengan mulus. Ada kerikil-kerikil tajam yang menghambat untuk mewujudkan cita-cita.

Demikian pula dengan pekerjaan yang dijalani oleh manusia, semua orang menginginkan mempunyai pekerajaan yang ringan namun membuahkan hasil yang memuaskan. Namun dalam kenyataannya pekerjaan yang dilakukan terkadang menjadi pekerjaan yang berat dan sulit. Seakan semua pekerjaan membawa resiko, bahkan nyaris tidak ada pekerjaan yang dapat diselesaikan dengan hasil yang memuaskan. Diantara penyebab dari semua ini adalah kebiasaan suka menunda-ninda pekerjaan.

Mengapa diantara kita kadang menunda-nunda pekerjaan. Sesungguhnya menunda-nunda pekerjaan itu adalah suatu kebiasaan buruk, kebiasaan ini terjadi karena menganggap bahwa hari esok masih panjang, tanpa disadari bahwa hari esokpun permasalahan juga menjadi bertambah. Sehingga menunggu hari esoknya kembali juga permasalahan juga semakin banyak. Sehingga berakibat masalah yang sederhana akan menjadi masalah yang berat dan sulit untuk diatasi.

Pernah terjadi pada seoarang karyawan kantor, sebagai seorang staf dia selalu diberi tugas oleh atasannya untuk melaksanakan suatu pekerjaan, namun dia tidak dengan segera melaksanakan. Setiap tugas diterimanya dengan jawaban yang singkat ya pak atau dengan kata siap pak. Dari hari kehari sampai berganti pekan, pekerjaan itu belum dilaksanakan malah telah diberi tugas yang baru lagi. Sudah menjadi kebiasaan bahwa pada akhir bulan diselenggarakan meeting untuk membahas tugas-tugas yang telah dibebankan pada masing-masing karyawan.

Apa yang terjadi dengan karyawan yang suka menunda-nunda pekerjaan itu, ternyata pada minggu terakhir pekerjaan tersebut baru dikerjakan. Dia berusaha untuk datang lebih awal, setelah apel pagi langsung mengerjakan tugas, ternyata waktu berlalu begitu cepatnya, seakan baru saja datang, tiba-tiba sudah terdengar kumandang azan zuhur. Akhirnya merasa tanggung dengan pekerjaan yang sedang dikerjakan dia tetap tekun dengan pekerjaannya, sehingga lupa dengan makan siang bahkan shalat zuhurnyapun dikerjakan pada akhir waktu. Baru saja istirahat untuk shalat kemudian memulai dengan pekerjaannya, tiba-tiba terdengar kumandang azan shalat Ashar. Sehingga pekerjaannya di bawa pulang ke rumah. Maksud hati akan diselesaikan dan lembur di rumah. Tetapi ternyata setelah sampai di rumah yang terjadi adalah rasa letih, ngantuk dan tidak bisa menyelesaikan pekerjaan. Akhirya pada keseokan harinya datang kembali ke kantor lebih awal satu pekerjaan selesai menyusul pekerjaan lainnya, sementara waktunya semakin mepet dengan minggu terakhir untuk meeting.

Perasaan gusar, takut dan malu bercampur jadi satu, sehingga tugas yang diberikan tidak dapat diselesaikan dengan baik. Sehingga ketika waktu meeting telah datang, masing-masing sataf dipersilahkan untuk melaporkan kinerjanya. Ternyata pekerjaan banyak yang salah. Maka apa kata pimpinan, dia dipandang sebagai karyawan yang tidak becus dalam menjalankan tugas, pimpinan menjadi marah karena merasa disepelekan oleh stafnya. Pimpinan menjadi pusing, karyawan tersebut juga menjadi pusing. Sehingga sehabis meeting bukannya reward yang dipeoleh namun justru cacian dari atasan dan olok-olokan dari sesama karyawan.

Inilah gambaran singkat dari akibat orang yang suka menunda-nunda pekerjaan, dan secara gamblang bahwa menuda-nunda pekerjaan berdampak pada:
1. Pekerjaan yang mudah akan menjadi sulit dan rumit.
2. Pekerjaan tidak akan dapat diselesaikan dengan baik.
3. Akan merugikan perusahaan.
4. Orang akan rentan terkena stress.
5. Akan menciptakan suasana tidak kondusif.
6. Akan menjadi pribadi yang egois dan individualistik.
7. Akan menjadi orang yang rugi.
8. Orang akan rentan mudah terserang beraneka macam penyakit, stamina semakin menurun, kekebalan tubuhnya juga menurun sehingga mudah terserang penyakit.
9. Rawan terjadi kematian secara dini, bisa mati secara total dalam arti tidak dapat menghirup udara dunia. Namun bisa juga matinya organ dan saraf tertentu sehingga tidak dapat menikmati hingar-bingar kehidupan dunia.

Cobalah kita renungkan dengan pekerjaan-pekerjaan rutin yang terbiasa telah dilakukan, bayar rekening listrik, telephon, air, pajak kendaran bermotor, jatuh tempo dan tenggang waktu tekah ditentukan namun selalau ditunda-tunda. Maka bila sampai terlambat akan terkena denda. Yang lebih parah lagi bila menunda-nunda untuk membayar hutang, maka akan hilang kepercayaan, orang tidak mau mempercayainya lagi.

Karena itu Allah SWT sebagai pencipta dan penguasa seluruh alam semesta memberikan petunjuk, agar segera bergegas untuk menyelesaikan pekerjaan dan beralih melaksanakan pekerjaan yang lain. Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain”. (QS. Alam Nasyrah: 7)

Ketika hamba Allah selalu bersungguh-sungguh dalam menjalankan tugas dan pekerjaannya, maka Allah menjamin bahwa pada setiap kesulitan pasti ada kemudahannya, dengan demikian beban yang dirasa berat akan berkurang, bahkan akan hilang. Namun sebaliknya bila pekerjaan itu selalu ditunda-tunda maka beban ringan akan menjadi berat, perkerjaan yang sedikit akan menumpuk. Sehingga akan menjadi penderitaan yang terus-menerus.

Sumber : http://www.untajiaffan.com/

Nekat Lamar Putri Ulama Besar Saudi, Mahasiswa Ini Tercengang Saat Mendengar Jawaban Ulama Tersebut

Dalam kajiannya di Al Qashim, Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin, seorang ulama besar negeri Arab yang terkenal, pernah didatangi seorang pemuda bernama Khalid yang saat itu masih berstatus sebagai mahasiswa.
Setelahnya dari majelis muhadharah tersebut, beliau menghampiri Syaikh ‘Utsaimin yang hendak pulang ke rumah. Syaikh ‘Utsaimin selalu berjalan kaki dari rumah ke tempat kajian begitu pula sebaliknya. Di tengah jalan pemuda itu nekat memberanikan diri untuk bertanya, “Syaikh, apakah Anda mempunyai anak perempuan?”
Ketika mendengar pertanyaan pemuda tersebut, Syaikh ‘Utsaimin berubah mimik mukanya dan bertanya, “Ada apa akhi?”
Pemuda itu menjawab, “Kalau ada, saya berniat meminangnya, bolehkah saya meminangnya?”
Lalu apa yang dilakukan Syaikh ‘Utsaimin? Apakah beliau bertanya usaha bapak kamu apa? Kamu sudah hafal hadits berapa? Sebelumnya kamu lulusan apa? Gaji kamu berapa? Tabungan kamu berapa? Bahkan Syaikh ‘Utsaimin tidak memberikan sebuah pertanyaan apapun kepada pemuda ini, Syaikh ‘Utsaimin hanya berkata, “Tunggulah kabar dariku, In sya Allah akan aku telepon…”

Lalu dalam hari-hari penantian kabar tersebut, pemuda ini mengalami kegelisahan juga, satu hari berlalu, dua hari berlalu, hingga sepekan berlalu. Ia bertanya dalam hati, “Apakah Syaikh lupa ya, perlukah saya mengingatkannya?”
Namun, pemuda ini teringat perkataan Syaikh yang menyuruhnya menunggu. Hingga akhirnya sebulan setelah peristiwa itu ada telepon yang dialamatkan ke asrama. Namun kebetulan pemuda itu sedang kuliah.
Akhirnya dari pihak asrama menyampaikan ke pemuda ini bahwa beliau dicari oleh Syaikh ‘Utsaimin. Dalam hati dia bertanya, “Kenapa ya Syaikh ‘Utsaimin mencariku?”
Ternyata pemuda ini sudah agak pesimis dan bahkan agak melupakan tentang permintaannya.
Ketika beliau melepon Syaikh ‘Utsaimin, beliau bertanya, “Ada apa Syaikh?”
“Aku ingin melanjutkan pembicaraan kita waktu itu akhi?”
“Pembicaraan yang mana, Syaikh?”
“Pembicaraan ketika kamu menyusul saya di jalan. Akhi, silahkan kamu lanjutkan prosesnya..”
Pemuda itupun terkejut, ternyata Syaikh ‘Utsaimin masih mengingatnya dan beliaupun akhirnya membalas pernyataan Syaikh ‘Utsaimin dengan terbata-bata, “Syaikh, perkenankan saya mengabari orang tua saya terlebih dahulu untuk kelanjutannya…”
“Silahkan akhi, saya tunggu kedatangan kalian…”
Ternyata pemuda yang bermodal nekat ini juga belum memberitahukan orangtuanya kalau beliau hendak melamar anak Syaikh ‘Utsaimin.
Pertanyaannya adalah apa yang dilakukan Syaikh ‘Utsaimin selama satu bulan tersebut? Inilah adab ‘ulama yang harus dicontoh oleh wali seorang anak perempuan…
Syaikh ‘Utsaimin ternyata menyelidiki sendiri tentang pemuda ini, dari pergaulannya, bagaimana di mata teman-temannya, di mata gurunya, bagaimana keseriusan dalam belajarnya, prestasinya di kampus, latar belakang keluarganya. Itu beliau lakukan sendiri! Bukannya langsung ditanyakan kepada pemuda itu di tempat itu dan saat itu juga. Dan akhirnya setelah mengetahuinya dengan jelas, barulah beliau memutuskannya setelah bermusyawarah dengan keluarga beliau.
Pemuda ini adalah pria pada foto di atas, ia adalah Syaikh Dr. Khalid Al Mushlih yang saat ini menjadi salah satu ulama yang dikenal di negeri Arab. 
Sumber: Cahayamuslim | Editor : Arham | Headlineislam.com

FORMAT BOS-09, REKAPITULASI PEMBELIAN BARANG INVENTARIS SEKOLAH

Sahabat Kepala Sekolah, berikut ini kita akan membahas tentang Pencatatan Barang yang dibeli dengan menggunakan Dana BOS. Setiap barang yang telah dibeli disebut barang inventaris dan sekolah hendaknya melakukan pencatatan terhadap hasil pembelian barang inventaris tersebut. 

Ada 3 buku pencatatan yang harus diisi oleh sekolah, yaitu Buku penerimaan Barang, Buku Pencatatan Inventaris, dan Rekapitulasi Pembelian Barang di Sekolah. 

Buku Penerimaan Barang (Form BOS-07)
Barang inventaris yang telah dibeli oleh sekolah harus dicatat dalam buku penerimaan barang (Format BOS-07) oleh Bendahara Barang yang telah ditunjuk oleh Kepala Sekolah dalam sebuah Surat Keputusan baik itu secara global ditandatangani oleh Kepala Daerah maupun oleh kepala sekolah saja.

Barang yang diterima harus dicocokkan dengan surat pesanan yang ditandatangani Kepala Sekolah, yang dicocokkan berdasarkan jenis, jumlah barang, harga barang, dan kondisi fisik barang. Jika jumlah/harga sesuai dan kondisi barang baik, maka barang dapat diterima. Jika tidak, maka sebaiknya ditangguhkan atau diberi catatan.


Download: Format BOS-07


Laporan format ini dibuat per triwulan dengan dicetak dan disimpan dengan rapi di sekolah.
 Buku Pencatatan Inventaris (Form BOS-08)
Seluruh barang yang telah dicatat dalam Buku Penerimaan Barang, pada tahap selanjutnya harus dimasukkan dalam Buku Pencatatan Inventaris (Format BOS-08). Buku inventaris ini berfungsi untuk melihat seluruh barang yang telah diterima/dibeli dengan menggunakan dana BOS baik secara klasifikasi jenis dan nama barang, kuantitas (jumlah), Tahun Pembuatan, maupun jumlah harga barang yang dibeli. 

rincian jumah harga setiap barang

Download: Format BOS-08
 

Dengan Buku Pencatatan Inventaris, pada kolom keterangan dapat diisi kepada siapa barang tersebut didistribusikan atau dipinjamkan. Sebaiknya dibuat buku baru dalam bentuk buku peminjaman aset/barang inventaris, dengan dibuktikan dengan surat peminjaman aset. Untuk format ini, dibuat saja per triwulan disimpan yang rapi di sekolah.

Rekapitulasi Pembelian Barang Inventaris di Sekolah (Form BOS-09)
Setiap Barang inventaris Sekolah baik dibeli dengan menggunakan Dana BOS, wajib dilaporkan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. Rekapitulasi Pembelian Barang ini berfungsi untuk Laporan Dinas Pendidikan Kab/Kota kepada Dinas Pendidikan Propinsi. Sekolah hanya mengisi Barang apa saja yang dibeli berdasarkan Buku Pencatatan Inventaris dengan rincian jumlah dan harga setiap barang yang dibeli (Format BOS-9).
buku inventaris barang bos pusat

Download: Format BOS-09

Format ini memang dibuat untuk satu tahun anggaran, namun sebaiknya dilaporkan secara triwulan agar apabila terjadi pergantian personel pada tim manajemen BOS di sekolah, data ini sudah tersimpan di Dinas Pendidikan Kab/Kota. (Khusus Dinas DIKBUDPORA Kabupaten Tebo, Form BOS-09 dilaporkan setiap triwulan).

Rekapitulasi Pembelian Barang Inventaris di Kab/Kota (Format BOS-10)
Setelah mendapatkan data rekapitulasi pembelian barang inventaris dari sekolah, Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota membuat rekapitulasi hasil pembelian barang inventaris di seluruh sekolah dengan rincian jumlah dan harga barang yang dibeli (Format BOS-10) untuk disampaikan kepada Dinas Pendidikan Provinsi.

rincian barang yang dibeli tiap sekolah
Berdasarkan laporan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, Dinas Pendidikan Provinsi membuat Berita Acara Serah Terima Aset (Format BOS-11) yang ditandatangani Kepala Dinas Pendidikan Provinsi dan Kepala

berita acara serah terima aset
Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota yang dilampiri dengan rekapitulasi hasil pembelian barang inventaris di seluruh kabupaten/kota dengan rincian jumlah dan harga barang yang dibeli (Format BOS-12).

rekapitulasi hasil pembelian barang kabupaten

Dari format laporan ini kita mengetahui bahwa pusat dalam hal ini kemdikbud menginginkan data barang inventaris yang dibeli melalui dana BOS Pusat. Data ini tentunya sangat berguna untuk pengambilan kebijakan yang akan datang. Dan sepertinya laporan ini bisa juga dibuat online seperti laporan penggunaan dana bos pusat. Sehingga data dari sekolah langsung sampai ke pusat.
Demikianlah postingan tentang pencatatan barang inventaris yang dibelanjakan dari dana BOS Pusat.

VIDEO TUTORIAL PENGISIAN ALPEKA BOS

Sahabat Kepala Sekolah, berikut kami berikan Video Tutorial Pengisian Alpeka BOS yang kami dapat dari Youtube UPT Pendidikan Paud,TK,Dikdas dan DIkmen XXI Kecamatan Nanggung...

CARA SUSUN RKAS 1

 
CARA SUSUN RKAS 2

CARA SUSUN RKAS 3

CARA SUSUN RKAS 4

PENGISIAN APLIKASI ALPEKA 1

Sahabat Kepala Sekolah, Untuk Membuat Program Sekolah langkah- langkah nya adalah sebagai berikut :

Click “File alpeka_BOS_TS-11b” Kemudian Click Tombol “Yes”
Kemudian Click Tombol “Option” Untuk Mengaktifkan Macro
Kemudian Click Tombol “Enable This Content” kemudian Click Tombol “OK”
Maka Akan Muncul Tampilan Seperti Gambar Berikut Kemudian Click Tanda x berikut




  • Langkah selanjutnya Adalah Tampilan Untuk Seting Regional Perhatikan tulisan dibawah Format. apabila tertulis Indonesia, berarti sudah benar dan langsung klik ‘OK’ atau ‘Cancel’. Bila bukan cari dan pilih Indonesia. Klik pada panah terbalik dikanan akan muncul daftar negara
  • Kemudian klik ‘OK’.
  • Jika Sudah Di setting Kemudian Click Tombol Keluar 
Menu Definisi terdiri dari
DATA UMUM
      Untuk mengisi data umum sekolah
      Data umum yang diisi adalah informasi nama sekolah dan nama yang tandatangan di laporan BOS
PROGRAM SEKOLAH
      Untuk memilih kegiatan yang dilaksanakan di sekolah sesuai RKT/RKAS.
      Pada aplikasi sudah ada daftar kegiatan sekolah yang terkait dengan program dan sub program sekolah.
      Untuk mencari kegiatan bisa dengan dua cara, yaitu:
      Mencari dengan fasilitas ‘Find’ pada excel dengan ikon berbentuk teropong.
      Mencari dari seleksi Program, kemudian pilih Sub Program dan baru dicari kegiatannya
      Bila nama kegiatan cocok dengan RKAS/ RKT sekolah, maka pada kolom sebelah kanan di pilih ‘Ya’
CARA MENAMBAH KEGIATAN
      Bila kegiatan belum ada pada daftar kegiatan, maka bisa menambahkan kegiatan tersebut.
      Setiap kegiatan yang baru harus tahu masuk dalam sub program apa dan program apa.
      Setelah menambah kegiatan, lalu petakan komponen BOS mana yang bisa membiayai kegiatan ini. Pilih “Ya” pada kolom komponen BOS yang bisa membiayai dan lainnya pilih “Tidak”.
      Pilih ‘Ya’ pada kolom di sebelah kanan  kegiatan
      Untuk mengetahui penjelasan komponen, arah kursor pada judul kolom setiap komponen.
 
Langkah Menggunakan Menu Generate:
Generate: Berfungsi untuk membuat file data baru untuk pencatatan transaksi keuangan
Klik ‘Generate’ -> Pilih folder -> beri nama file data -> Save
      Semua data transaksi disimpan pada file data, yang terpisah dari file utama (Aplikasi). Usahkan keduanya dalam satu folder
      Data file selalu dibuat baru untuk setiap tahun angaran dan disimpan pada folder yang berbeda
Untuk memahami lebih jelasnya penggunaan ALPEKA BOS silahkan download Tutorial Juknis penggunaan ALPEKA BOS pada link download di bawah ini. Pada Tutorial ALPEKA BOS tersebut dijelaskan cara membuka aplikasi, cara mengisi data  sampai cara memprintout hasil ALPELA BOS yang berupa
  1. 1.  Formulir BOS-K1 dan BOS K2 (RENCANA KEGIATAN DAN ANGGARAN SEKOLAH (RKAS)
  2. 2.    Formulir BOS-K3 (BUKU KAS UMUM)
  3. 3.    Formulir BOS-K4 (BUKU PEMBANTU KAS)
  4. 4.    Formulir BOS-K5 (BUKU PEMBANTU BANK)
  5. 5.    Formulir BOS-K5 (BUKU PEMBANTU PAJAK)
  6. 6.    Formulir BOS-K7 (REALISASI PENGGUNAAN DANA TIAP JENIS ANGGARAN)
  7. 7.    Formulir BOS-K7A (REKAPITULASI REALISASI PENGGUNAAN DANA TIAP JENIS ANGGARAN)
  8. 8.    Dan berbagai format lainnya sesuai Juknis BOS

Download ALPEKA BOS di laman kemendikbud

Download Tutorial ALPEKA BOS

Aplikasi Bel Sekolah Otomatis

Kalau sudah berbicara Aplikasi secara logika pastinya berbentuk ektensi exe. Ya, betul sekali. yang akan admin bagikan pada kesempatan kali ini yakni Aplikasi Bel Sekolah Otomatis. Otomatis karena memang sebelumnya dilakukan setting atau pengaturan terlebih dahulu sesuai dengan Jadwal Pelajaran yang telah dibuat dan disahkan.

Bel Sekolah bisa dikatakan hal yang sepele tetapi sangat membantu dalam mengatur kegiatan di kelas selain jadwal pelajaran. Apalagi bila menggunakan Aplikasi, akan sangat mudah, cepat dan efesien. Ruang kelas yang banyak serta berjauhan mungkin salah satu kendala bila menggunakan bel yang masih zaman dahulu seperti dipukul dll. Maka dari itu mungkin Aplikasi Bel Otomatis ini menjadi solusi dalam menghadapi permasalahan diatas.

Download Aplikasi Bel Sekolah Otomatis

Hardware Penunjang 

Dalam menerapkan atau Menggunakan Aplikasi ini supaya berjalan sempurna di Sekolah tentu saja didukung dengan Peralatan yang lain diantaranya : 
  1. Sediakanlah 1 Unit PC atau Laptop dalam memasangkan Aplikasi ini. Admin sarankan PC atau Komputer saja karena haruslah standby sebelum pelajaran dimulai. Komputer yang dipakai bisa menggunakan minimal Window XP, 1GB RAM, HDD 250GB, Sound Card 512 MB.
  2. 1 Unit UVS yakni Alat yang dapat menyimpan Daya Listrik apabila terjadi Pemadaman Listrik dari PLN sehingga Komputerpun masih dapat digunakan dalam kurung waktu yang lumayan.
  3. 1 Roll Kabel Sound System, Jack Dual Cable dan TOA/Speaker. Kabel Sound System sebagai Penyambung dari Jack Dual Cable dan TOA/Speaker untuk kemudian ditempatkann sesuai dengan Kebutuhan. Dalam penempatan TOA/Speaker haruslah berada di tengah supaya terdengar ke tiap-tiap Ruang Kelas.
Saran : Untuk TOA atau Speaker yang akan dipakai bisa menggunakan TOA yang berukuran besar atau berukuran kecil yang dipasang pada tiap-tiap ruang kelas supaya kerja Aplikasi ini Maksimal.
Untuk lebih jelasnya lagi mengenai Aplikasi Bel Otomatis ini, Silahkan download saja Filenya langsung dibawah ini :
Download Aplikasi Bel Sekolah Otomatis

Catatan :
Untuk beberapa antivirus, aplikasi ini terlihat seperti virus. Lanjutkan saja, tidak menganggu aktivitas komputer kita.

Popular Posts

Pendidikan Sepanjang Hayat

Eksistensi manusia memerlukan sebuah proses untuk mencapai tujuannya dengan sebuah media yang disebut pendidikan. Manusia dianjurkan menuntut ilmu yang berguna sepanjang hayatnya, karena derajat orang berilmu sedikit lebih tinggi dari pada orang-orang beriman. Akan lebih baik jika keduanya ada digenggamanmu. Muara Tebo, 19 Maret 2016