
"Pada Ujian Nasional tahun 2016 ini, saya minta kepada seluruh sekolah penyelenggara Ujian Nasional untuk mengutamakan integritas." Ujar Zulkipli di Aula Dinas DIKBUDPORA yang dihadapan seluruh Kepala UPTD, Kepala Sekolah SMP, SMA dan SMK dalam Kabupaten Tebo.
Hal ini cukup beralasan. Selain seiring dengan program Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan yang bermaksud mengubah orientasi kegiatan belajar-mengajar di sekolah. Jika dulu yang dikejar adalah nilai UAN yang tinggi, maka sekarang ukurannya adalah integritas. Oleh karenanya, siswa yang memiliki nilai tinggi harus mampu mempertahankannya di universitas-universitas unggulan baik di perguruan tinggi ternama maupun di perguruan tinggi di Propinsi Jambi serta membawa citra yang baik terhadap almamater (sekolahnya) maupun Kabupaten Tebo.
"Kami berharap sekolah tersebut tidak saja mampu meluluskan siswa dengan nilai yang tinggi namun siswa tersebut juga harus mampu mempertahankannya di universitas atau Perguruan Tinggi Negeri nantinya."tegasnya. "Kita tidak ingin siswa kita mengundurkan diri lebih awal (drop out) sehingga membawa citra yang buruk terhadap almamater maupun Kabupaten Tebo." sambungnya.
Kemendikbud saat ini memiliki aplikasi indeks integritas ujian nasional (IIUN). Proses penghitungan indeks tersebut dilihat dari kecenderungan jawaban para siswa saat ujian. Jika dalam satu sekolah terdapat banyak siswa yang jawaban salahnya seragam, maka kecenderungan contek-menconteknya tinggi.
Dalam seleksi SNMPTN, ada beberapa faktor untuk penilaian, di antaranya nilai rapor siswa, portofolio prestasi siswa, dan indeks integritas sekolah yang bersangkutan.
"Seperti pesan saya pada sosialisasi Ujian Nasional pada tahun-tahun sebelumnya, utamakan kejujuran dan integritas karena Ujian Nasional bukan lagi faktor penentu kelulusan." tutupnya.
0 komentar:
Post a Comment